Kamis, 22 Desember 2016

BAB I
Konsep Teori
1.1  Pengertian
VSD ( Ventrikel Septum Defek ) adalah Gangguan atau lubang pada septum atau sekat di antara rongga ventrikel akibat kegagalan fungsi atau penyambungan sekat interventrikel.Kelainan jantung ini berupa lubang pada sekat antar bilik jantung yang menyebabkan kebocoran aliran darah pada bilik kiri dan kanan jantung. Kelainan jantung berupa tidak sempunanya penutupan dinding pemisah antara kedua ventrikel sehingga darah dapat masuk dari ventrikel kiri ke kanan, dan sebaliknya.
VSD (Ventrikel Septum Defek) adalah Defek septum ventrikel di tandai dengan adanya hubungan septal yang memungkinkan darah mengalir langsung antar ventrikel, biasanya dari kiri kekanan. Tekanan  lebih tinggi pada ventrikel kiri dan meningkatkan aliran darah kaya oksigen melalui defek tersebut ke ventrikel kanan.  Volume darah yang meningkat dipompa ke dalam paru, yang akhirnya di penuhi darah dan dapat menyebabkan naiknya vascular pulmonal. Jika tahanan pulmonal ini besar, tekanan ventrikel kanan meningkat, menyebabkan pirau terbalik darah miskin oksigen kemudian mengalir dari ventrikel kanan ke kiri, menyebabkan sianosis.

1.2   Etiologi
Penyebab VSD adalah pada perkembangan Embrio maka gabungan ventrikuler dan membranous terjadi saat kehamilan umur 4 – 8 minggu. Perkembangan septum muskular tejadi saat ventrikel kana dan kiri membentuk sumbu ( fuse ) sedangkan septum membranous terjadi akibat pertumbuhan dari “ endocardial ciushius “.Selama proses pembentukan sekat ini dapat terjadi defek kongenital akibat gangguan pembentukan ini. VSD lebih sering ditemukan pada anak-anak dan seringkali merupakan suatu kelainan jantung bawaan. Pada anak-anak, lubangnya sangat kecil, tidak menimbulkan gejala dan seringkali menutup dengan sendirinya sebelum anak berumur 18 tahun. Pada kasus yang lebih berat, bisa terjadi kelainan fungsi ventrikel dan gagal jantung. VSD bisa ditemukan bersamaan dengan kelainan jantung lainnya.
Faktor prenatal yang mungkin berhubungan dengan penyakit Jantung Bawaan VSD diantaranya yaitu :
a)      Rubella atau infeksi virus lainnya pada ibu hamil
b)      Gizi ibu hamil yang buruk
c)      Ibu yang alkoholik
d)      Usia ibu diatas 40 tahun
e)      Ibu menderita diabetes

1.3  Patofisiologi
Adanya lubang pada septum interventrikuler memungkinkan terjadinya aliran dari ventrikel kiri dan ventrikel kanan, sehingga aliran darah yang ke paru bertambah. Presentasi klinis tergantung besarnya aliran pirau melewati lubang VSD serta besarnya tahanan pembuluh darah paru. Bila aliran pirau kecil umumnya tidak menimbulkan keluhan. Dalam perjalanannya, beberapa tipe VSD dapat menutup spontan (tipe perimembran dan muskuler), terjadi hipertensi pulmonal, hipertrofi infundibulum, atau prolaps katup aorta yang dapat disertai regurgitasi (tipe subarterial dan perimembran).
Ukuran defek secara otomatis menjadi penentu utama besarnya pirau kiri-ke-kanan (right-to-left shunt). Pirau ini juga ditentukan oleh perbandingan derajat resistensi vascular dan sistemik. Ketika defek kecil terjadi (<0.5 cm2), defek tersebut dikatakan restriktif. Pada defek nonrestriktif (>1.0 cm2), tekanan ventrikel kiri dan kanan adalah sama, pada defek jenis ini, arah pirau dan besarnya ditentukan oleh rasio resistensi pulmonal dan sistemik.
Setelah kelahiran (dengan VSD), resistensi pulmonal tetap lebih tinggi melebuhi normal dan ukuran pirau kiri-ke-kanan terbatas. Setelah resistensi pulmonal turun pada minggu-minggu pertama kelahiran, maka terjadi peningkatan pirau kiri-ke-kanan. Ketika terjadi pirau yang besar maka gejala dapat terlihat dengan jelas.pada kebanyakan kasus, resistensi pulmonal sedikit meningkat dan penyebab utama hipertensi pulmonal adalah aliran darah pulmonal yang besar. Pada sebagian pasien dengan VSD besar, arteriol pulmonal menebal. Hal ini dapat menyebabkan penyakit vascular paru obstuktif. Ketika rasio resistensi pulmonal dan sistemik adalah 1:1, maka pirau menjadi bidireksional (dua arah), tanda-tanda gagal jantung menghilang dan pasien menjadi sianotik. Namun hal ini sudah jarang terlihat karena adanya perkembangan intervensi secara bedah.Besarnya pirau intrakardia juga ditentukan oleh berdasarkan rasio aliran darah pulmonal dan sistemik. Jika pirau kiri-ke-kanan relative kecil (rasio aliran darah pulmonal dan sistemik adalah 1.75:1), maka ruang-ruang jantung tidak membesar dan aliran darah paru normal. Namun jika pirau besar (rasio 2.5:1) maka terjadi overload volume atrium dan ventrikel kiri, peningkatan EDV dan peningkatan tekanan vena pulmonal akibat aliran darah dan kiri masuk ke kanan dank e paru dan kembali lagi ke kiri (membentuk suatu aliran siklus). Peningkatan tekanan di bagian kanan (normal ventrikel kanan 20mmHg, ventrikel kiri 120 mmHg) juga menyebabkan hipertrofi ventrikel kanan, peningkatan aliran pulmonal dan hipertensi arteri pulmonal. Trunkus pulmonal, atrium kiri dan ventrikel kiri membesar karena aliran pulmonal yang juga besar. Selain itu, karena darah yang keluar dari ventrikel kiri harus terbagi ke ventrikel kanan, maka jumlah darah yang mengalir ke sistemik pun berkurang (akan mengatifasi system rennin-angiotensin dan retensi garam).

1.4  Manifestasi Klinis
Ada beberapa tanda gejala VSD dan terbagi menjadi tanda gejala VSD dengan lubang yang kecil, lubang sedang, dan VSD dengan lubang besar. Berikut adalah Tanda Gejala VSD :
a)      VSD Kecil :
1.      Tidak memperlihatkan keluhan.
2.      Pertumbuhan perkembangan pada umumnya normal.
3.      Bising jantung biasanya terdeteksi umur 2-6 bulan.
4.      Pada auskultasi biasanya bunyi jantung normal.
5.      Defek muskular ditemukan bising sistolik dini,pendek, dan mungkin didahului oleh early sistolik click.
6.      Ditemukan bising pansistolik di sela iga 3 – 4 garis sternal kemudian menjalar sepanjang garis sternum kiri bahkan ke seluruh prekordium.
b)      VSD Sedang :
Pada Bayi : Sesak nafas pada waktu makan dan minum atau tidak mampu menghabiskan makanan dan minumnya.
1.      Peningkatan berat badannya terhambat.
2.      Seringkali menderita infeksi paru yang memerlukan waktu yang lama untuk sembuh.
3.      Gagal jantung mungkin terjadi sekitar 3 bulan.
4.      Fisik bayi tampak kurus dengan dyspnoe-takipnoe serta retraksi intercoste.
5.      Pada pasien besar dapat terjadi penonjolan dada.
c)      VSD Besar
1.      Gejala dan gagal jantung sering terlihat.
2.      Pasien tampak sesak,pada saat istirahat kadang pasien biru,gagal tumbuh dan banyak keringat.
3.      Sering terkadi infeksi saluran nafas bagian bawah.
4.      Aktifitas prekardium meningkat.
5.      Bising yang terdengar nada rendah,pansistolik dan tidak terlokalisir.
6.      Gejala sering timbul setelah minggu ke 3 sampai dengan minggu ke 4 pada saat resistensi paru sudah menurun.
d)       VSD dengan resistensi paru tingi atau Sindrom Eisenmenger :
1.      Terlihat dada menonjol akibat pembesaran ventrikel kanan yang hebat.
2.      Terjadi pirau terbalik dari kanan ke kiri sehingga pasien sianotik.
3.      Sering terjadi batuk dan infeksi saluran nafas berulang
4.      Terjadi gangguan pertumbuhan yang makin hebat.
5.      Terlihat adanya jari-jari tabuh.
6.      Pada pemeriksaan auskultasi,bunyi jantung dengan split yang sempit.
7.      Pada pemeriksaan palpasi,hepar terasa besar akibat bendungan sistemik
1.5  Pemeriksaan Diagnostik
(a)    Ekokardiografi dapat menunjukkan beban volume ventrikel kanan  yang berlebihan dengan adanya ventrikel dan atrium kanan yang membesar, dan kadang-kadang tampak defeknya itu sendiri.
(b)   Echo transesofageal dapat meningkatkan sensitivitas akan adanya pirau yang kecil dan foramen ovale paten.
(c)    Aliran radionuklir menilai besarnya pirau dari kiri ke kanan.
(d)   MRI untuk menjelaskan anatominya.
(e)    Kateterisasi jantung, masih merupakan diagnostik pasti, karena dapat menunjukkan dengan jelas adanya peningkatan saturasi oksigen antara vena cava dan ventrikel kanan akibat bercampurnya darah mengandung oksigen dari atrium kiri, menilai beratnya pirau dan mengukur tahanan vascular darah pulmonary.
(f)    Angiografi kontras ventrikel kanan dan ventrikel kiri dapat menunjukkan kelainan katup terkait atau anomaly aliran vena pulmonalis.
1.6  Penatalaksanaan
a.       Pada VSD kecil: ditunggu saja, kadang-kadang dapat menutup secara spontan. Diperlukan operasi untuk mencegah endokarditis infektif.
b.      Pada VSD sedang: jika tidak ada gejala-gejala gagal jantung, dapat ditunggu sampai umur 4-5 tahun karena kadang-kadang kelainan ini dapat mengecil. Bila terjadi gagal jantung diobati dengan digitalis. Bila pertumbuhan normal, operasi dapat dilakukan pada umur 4-6 tahun atau sampai berat badannya 12 kg.
c.       Pada VSD besar dengan hipertensi pulmonal yang belum permanen: biasanya pada keadaan menderita gagal jantung sehingga dalam pengobatannya menggunakan digitalis. Bila ada anemia diberi transfusi eritrosit terpampat selanjutnya diteruskan terapi besi. Operasi dapat ditunda sambil menunggu penutupan spontan atau bila ada gangguan dapat dilakukan setelah berumur 6 bulan.
d.      Pada VSD besar dengan hipertensi pulmonal permanen:operasi paliatif atau operasi koreksi total sudah tidak mungkin karena arteri pulmonalis mengalami arteriosklerosis. Bila defek ditutup, ventrikel kanan akan diberi beban yang berat sekali dan akhirnya akan mengalami dekompensasi. Bila defek tidak ditutup, kelebihan tekanan pada ventrikel kanan dapat disalurkan ke ventrikel kiri melalui defek.




BAB II
Konsep Keperawatan
2.1  Pengkajian
An. S  (5th) dibawa kerumah sakit  karena nyeri pada dada diserta bengkak pada tungkai dan perutnya keras serta bengkak, dan biru pada bibir, kilen tidak dapat melakukan aktivitas karena merasa lemas dan lelah, setelah dilakukan pengkajian didapat,  TD=110/60mmHg, N=120 X/ment, RR= 16 X/ment, T = 37,5oC,  edema pada tungkai, hepatomegali, sianosis, dan klien merasa cemas,  dan bunya mengatakan sewaktu hamil (+) terinfeksi rubella hasil EKG menunjukkan adanya hipertrofi ventrikel kiri, dan diagnosa medis menyatakan bahwa klien mengalami Ventrikel Septal Defect
2.2  Diagnosa Keperawatan
No
Prioritas Diagnosa Keperawatan
TTD
1
Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan volume sekuncup

2
Intoleran Aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan tubuh

3
Ancietas berhubungan dengan ketidaktahuan tentang penyakitnya